Polisi Selidiki Percakapan di HP Mahasiswa Berprestasi Sebelum Melakukan Aksi Bunuh Diri - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, July 10, 2020

Polisi Selidiki Percakapan di HP Mahasiswa Berprestasi Sebelum Melakukan Aksi Bunuh Diri


Kabar Surabaya - Saat ini disemua kawasan dunia sedang dilanda masa-masa susah. Baik dibidang bisnis, pekerjaan, sekolah atau apapun itu semuanya sedang mengalami masa sulit akibat masa Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan ini. Jika tidak kuat iman dan mental, mungkin orang akan memilih jalan yang salah. Jalan yang salah ini mereka bisa terjerumus ke tindakan kriminal ataupun jalan pintas dengan cara mengakiri hidup melalui bunuh diri.


Kejadian orang bunuh diri ini juga terjadi pada salah satu keluarga yang ada di Kota Surabaya. Tepatnya berada di kawasan Siwalankerto Tengah - Wonocolo Surabaya. Pemuda berinisial N ditemukan sudah meninggal dunia dengan cara gantung diri dikamarnya pada hari Rabu pagi (08/07/2020).

Hingga saat ini pihak keluarga masih belum menemukan penyebab mengapa mahasiswa Semester VII Universitas Swasta ini melakukan aksi bunuh diri. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, pada malam sebelumnya, yaitu Hari Selasa (07/07/2020) sang Ibu masih melihat N menonton acara televisi pada pukul 22.00wib. Waktu itu mereka berbincang-bincang seperti biasanya dan N tidak mengutarakan kalau beliau memiliki masalah.

Menurut orang tua, putranya yang kini berusia 22 tahun ini memang terkenal sangat pendiam. kalau waktunya kuliah, ya kuliah saja, setelah kuliah selesai langsung pulang kerumah. Kalau sudah waktunya tidur yang bersangkutan juga langsung tidur. Jadi ritme kegiatan kesehariannya sangatlah teratur.

Hal ini juga diamini oleh para tetangganya yag mengenal almarhum sebagai pribadi yang santun dan pendiam. Bahkan kalau beli makanan atau minuman, selalu dibungkus dan dibawa pulang. Sangat jarang tetangga melihat almarhum makan di tempat.


Pada hari Rabu pagi (08/07/2020) sang Ibu seperti biasa berangkat menuju tempat usahanya yang bergerak di bidang laundry pakaian. Sebelum berangkat pengusaha di bidang laundry ini selalu pamit dengan anaknya. Saat dipamiti, biasanya N langsung merespon dengan santun.

Namun pada hari Rabu tersebut, saat sang Ibu pamit tidak ada respon dari dalam kamar anaknya. Hal ini menurut sang Ibu sangat tidak biasa, karena biasanya almarhum selalu merespon dengan baik. Sang Ibu paham betul kalau pagi hari saat peristiwa gantung diri ini terjadi, belum saatnya N berangkat ke kampus.


Hal ini langsung membuat sang Ibu merasa curiga, akhirnya beliau mencoba membuka pintu kamar anaknya. Namun pintunya terkunci rapat dari dalam. Akhirnya Ibu memanggil suaminya untuk mencoba mendobrak pintu kamar anaknya.

Saat pintu kamar terbuka. mata kedua orang tua Almarhum langsung terpana saat melihat pemandangan yang sangat tidak diharapkan. Kedua orang tua ini seakan tidak percaya dengan pemandangan yang ada dihadapannya. Anaknya yang terkenal pendiam terlihat sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi leher yang tergantung pada seutas tali tampar.  


Dengan sekuat tenaga sang Ayah mencoba melepaskan anaknya dari jeratan tali tampar dan sang Ibu lantas turun ke lantai satu untuk meminta tolong kapada tetangganya. Kemudian keamanan setempat berinisiatif untuk menelpon pihak Kepolisian. Tidak beberapa lama kemudian Tim Inafis datang dan mengevakuasi korban ke dr.Soetomo Surabaya.

Dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian. Tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan dari Almarhum N. Karena selain almarhun sosok yang pendiam, ternyata mahasiswa swata ini juga sangat berprestasi. Hal in terbukti dari beasiswa yang sering diterimanya.

Pihak Kepolisian juga tidak menemukan hal yang aneh pada percakapan di handphone dan media sosial korban. Semuanya biasa-biasa saja. (yyan)

1 comment:

Post Bottom Ad