RS.Wiyung Sejahtera: kami Sudah lakukan Sesuai Protokol COVID-19. (Klarifikasi RS.Wiyung Sejahtera Atas Kejadian Jenazah Tohari). - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, June 12, 2020

RS.Wiyung Sejahtera: kami Sudah lakukan Sesuai Protokol COVID-19. (Klarifikasi RS.Wiyung Sejahtera Atas Kejadian Jenazah Tohari).


Kabar Surabaya - Kabar jenazah Almarhum Tohari warga Griya Kebaron - Karangpilang Kota Surabaya sempat menjadi polemik dimasyarakat. Hal ini dikarenakan anggapan pihak RS.Wiyung Sejahtera yang melakukan prosesi pemakaman tidak sesuai dengan protokol pemakaman COBID-19. Apalagi saat dimakamkan, ternyata jenazah almarhum Tohari dimasikkan kedalam peti, kemudian jenazah di bungkus ke dalam kantong jenazah tanpa diberikan kain kafan.


Ketika berita ini dikonfirmasikan oleh pihak RS.Wiyung Sejahtera, pihak Rumah Sakit menjelaskan, bahwasannya almarhum Tohari memang benar pasien yang berasal dari rumah sakitnya. Beliau meninggal pada hari Minggu pagi (07/06/2020) dan berstatus sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Pada saat itu, pihak RS.Wiyung Sejahtera telah siap untuk melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan protokol COVID-19. Pemakaman juga akan dilakukan di kawasan Keputih atau Babat Jerawat Surabaya. Semuanya sudah disiapkan dan dikondisikan dengan baik.

Namun keluarga Tohari menolak kalau almarhum dimakamkan di Keputih atau Babat Jerawat. Saat itu pihak rumah sakit sudah sekuat tenaga agar jenazah Tohari dimakamkan di antara kedua kawasan tersebut, karena sudah sesuai dengan protokol penanganan COVID-19 yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Pihak keluarga saat itu tetap menginginkan agar almarhum tetap dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga di Kebraon. Pihak keluarga saat itu juga sudah mengkonfirmasi kalau telah mengurus surat keterangan dari RT dan RW setempat. Akhirnya pihak Rumah sakit mengalah dan berkoordinasi dengan Polsek Karangpilang dan Puskesmas Kedurus untuk mengawal proses pemakaman jenazah Tohari tersebut.


RS.Wiyung Sejahtera juga telah memiliki surat pernyataan bahwa pihak keluarga telah mengetahui proses pemakanan jenazah dengan protokol COVID-19 yang ditandatangani oleh pihak keluarga Tohari. Saat itu pihak Rumah sakit juga telah memberikan APD untuk proses pemakaman almarhum Tohari kepada keluarga.

Mengenai mobil Ambulance, pihak RS.Wiyung Sejahtera mengungkapkan kalau Mobil Ambulance dari Dinas Sosial Kota Surabaya tidak berkenan mengantar jika pemakaman dilakukan secara mandiri. Pihak rumah sakit lalu meminta bantuan Lembaga LMI untuk bantuan Ambulance. Dan dibantu satu unit Ambulance dan satu pengemudi saja.


RS.Wiyung Sejahtera juga mengungkapkan  untuk  perlakuan jenazah menurut protokoler COVID-19, jenazah hanya dimasukkan kedalam kantong jenazah dan ketka dimasukkan kedalam peti sudah dalam keadaan miring. Jenazah juga telah melalui prosesi Sholat Jenazah. Jadi nantinya pada saat masuk ke liang lahat sudah dalam menghadap kiblat.

dr.Eko Wahyu Agustin selaku Direktur RS.Wiyung Sejahtera mengatakan bahwa semua prosesi pemakanan ini telah sesuai dengan protokol COVID-19.

"Namun saat itu keluarga menolak untuk dimakamban di Keputih atau Babat Jerawat dan minta di makam umum saja. Saat itu pihak keluarga juga sudah menunjukkan surat persetujuan pemakaman dari warga sekitar, yaitu surat dari RT dan RW. Sekali lagi ini adalah permintaan dari keluarga," terang dr Eko. (yyan)

1 comment:

  1. Yang ditunggu itu klarifikasi masalah jenazah orang Islam yang tidak dikafani. Bukan masalah polemik tempat penguburan.

    ReplyDelete

Post Bottom Ad