Mulai Hari Ini, Perbatasan Surabaya Akan Dijaga Ketat 24 Jam Penuh - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, April 3, 2020

Mulai Hari Ini, Perbatasan Surabaya Akan Dijaga Ketat 24 Jam Penuh

Mulai Hari Ini, Perbatasan Surabaya Akan Dijaga Ketat 24 Jam Penuh

Kabar Surabaya - Salah satu faktor penularan dari Virus Covid-19 adalah melalui droplet. Untuk menghindari hal tersebut maka saat ini pemerintah menghimbau semua warganya untuk melakukan phisical distancing secara menyeluruh. Hal ini sangat diharapkan untuk memutus mata rantai penularan virus corona.


Rupanya, di berbagai wilayah, penerapan phisical distancing ini dianggap sebagai ajang untuk menutup wilayahnya secara massal. Sehingga ada beberapa kabupaten dan kota yang mulai menutup kawasannya dari para pendatang. 

Agar tidak terjadi kerancuan dimasyarakat, akhirnya Presiden Republik Indonesia Jokowi menambil langkah yang disebut dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam PSBB ini masyarakat tetap diperintahkan untuk melakukan sosial distancing, phosical distancing dalam menjaga jarak aman dengan yang lain.

Bedanya dengan lockdown adalah pada ekonominya. Kalau lockdown hampir semua kegiatan ekonomi berhenti. Seperti kegiatan kantor, pabrik, transportasi dan yang lainnya harus berhenti. Namun kalau PSBB kegiatan ini tidak berhenti.

PSBB ini juga akan diterapkan di Kota Surabaya mulai hari Jum'at (03/04/2020). Jadi Pemkot Surabaya menegaskan bahwa masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan mendesak, di imbau untuk tidak memasuki kawasa Kota Pahlawan.


M.Fikser, selaku Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mengungkapkan bahwa Kota Surabaya telah siap untuk menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) 21 tahun 2020 secara tegas. Pelaksanaannya akan dimulai pada pagi ini.

"Untuk itu, kami imbau bagi warga luar Kota Surabaya yang tidak memiliki kepentingan mendesak, lebih baik ditunda dulu untuk masuk ke Kota Surabaya. Hal ini juga berlaku bagi warga Kota Pahlawan sendiri, agar tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan mendesak atau penting," terang M.Fixer.


Hal senada juga dipaparkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyudrajat,"Kami harap kepada semua masyarakat untuk menghindari keperluan-keperluan yang sifatnya tidak mendesak. Kerjakan dirumah kalau itu memang bisa dikerjakan dari rumah. Hal ini semata-mata untuk memutus mata rantai penularan Virus Covid-19,"

M.Irvan juga menyampaikan bahwasanya jajaran Dishub telah bekerjasama dengan Pihak Kepolisian, TNI dan seluruh jajaran Kecamatan dan Kelurahan untuk melakukan sterilisasi dan imbauan pada 19 titik perbatasan Kota Surabaya.


Berdasarkan pengamatan Kabar Surabaya, dikawasan Surabaya Timur saat ini hanya menyisakan dua pintu masuk, yaitu Jalur Merr 2C Gunung Anyar (Jl.Ir Soekarno) dan Jalan Raya Rungkut Menanggal. Untuk jalur jalan yang lain, termasuk jembatan di atas sungai yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo telah di tutup total dengan barikade palang besi besi.

Jadi, nantinya dalam pelaksanaan PSBB ini, Pemkot Surabaya akan menjaga ketat 19 titik pintu masuk ke Kota Surabaya. Titik masuk tersebut adalah :


Titik Masuk Surabaya Sektor Selatan : Point Gunung Sari (daerah Jambangan). Point Masjid Agung  (daerah Gayungan), Point Cito (kantorDishub).

Titik Masuk Surabaya Sektor Utara : Point Kodikal (daerah Pabean), Point Suramadu (daerah Kenjeran)


Titik Masuk Surabaya Sektor Barat : Point Stadion Gelora Bung Tomo (Daerah Pakal), Point Terminal Oso Wilangun (Daerah Tambak Oso), Point Dupak Rukun (daerah Asem Rowo), Point Mayjend Sungkono (daerah Dukuh Pakis), Point Kelurahan Kedurus (daerah Karang Pilang), Point Driyorejo, Point Jeruk (daerah Lakarsantri), Point Tol Simo (daerah Sukomanunggal).

Titik Masuk Surabaya Sektor Tmur : Point Jalan Merr (daerah Gunug Anyar), Point Rungkut Menanggal (daerah Gunung Anyar), Point Wisma Gunung Anyar (daerah Gunung Anyar Tambak), Point Pondok Chandra (daerah Gunung Anyar)

24 comments:

  1. Jancok....asal main perpanjang psbb..padahal penderita corona di sby sebagian besar dari rujukan luar sby.
    Mikir,bos..mayoritas kalangan menengah kebawah lebih takut kelaparan daripada corona. Kelaparan tdk bisa dihindari, sedangkan corona bisa dihindari..mikiiirrr.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ...surabaya hanya Rujukan saja dan kena dampak nya ...saya berharap Hapus PSBB warga surabaya bisa mati secara ekonomi

      Delete
    2. ini berita kapan woi??? baca donk tanggalnya 3 april. Pasti ini gara gara pesan berantai wasap

      Delete
  2. Kasihan masyarakat yg lgi kerja cr uang bwt makan, iya klo orang kaya gak masalah

    ReplyDelete
  3. Yaah, sabar ini ujian utk bangsa besar Indonesia Raya ....

    ReplyDelete
  4. Sakarepe wes manut ae opo jarene mbah dukun😂😂😂

    ReplyDelete
  5. Sakarepe wes manut ae opo jarene mbah dukun😂😂😂

    ReplyDelete
  6. Kaseppp,yg positip makin banyak baru di jaga 24 jam sakarepmu

    ReplyDelete
  7. katanya new normal kok tambah jadi psbb nya.kapan new normalx.

    ReplyDelete
  8. Memang target pelaku politik ,yg strategis kota besar nan bersih Surabaya tercinta...sengaja d target spy bs menguntungkan para ulah politikus dunia ,,,kita serahkan saja pada Allah dulur Allah tdk tidur...suatu saat pastilah terbongkar niat jahat dan kebobrokan politikus2 yg punya niatan jahat,,,apalagi mrngganggu ibadah kepada Allah..tggu ae onk sg kenek azab pelaku2 jahat dunia,,,d tggu ae lur...

    ReplyDelete
  9. Semua itu hanyaa modus dan akal2an ne WHO dan mafia2 politik

    ReplyDelete
  10. Terkena flu terus tutup kota terus bagaimana pergerakan pertumbuhan ekonomi menengah kebawah terutama home industri yang bermodal jasa.

    ReplyDelete
  11. Pasar maupun mall tetep rame, gak ada artinya di perpanjang PSBB, kantor2 masih buka macet dimana2

    ReplyDelete
  12. Negara dagelan....pasrah mawon karena sudah diluar batas manusia biasa.ada indikasi rakyat kecil di suruh perang dg aparat ....mugi2 aparat e sabar,rakyat e sabar pisan...amin

    ReplyDelete
  13. BERITA TGL 03 aPRIL 2020 ????

    ReplyDelete
  14. setahuku PSBB Jilid 1 dan 2 toko karpet di jl kramat gantung sby tetap longgar buka g ada masalah parkir jg sepertinbiasa ( ngruwel ) kok malah warung dan kaki5 srh tutup yg fair donk.... lokasi tengah kota lho Jl kramat gantung ituu.... dan lgnyg dijual KARPET bukan termasuk Kebutuhan pokok

    ReplyDelete
  15. Corona hanyalah HOAK dan PSBB adalah cara tersembunyi yang ingin mengadu domba sesama saudara tetangga agar tidak memasuki daerah yang lain...PSBB adalah biadap..bangsat..dan JANCOK bagi yang buat PSBB

    ReplyDelete
  16. Sampai kapan psbb Surabaya di berlakukan

    ReplyDelete
  17. Ini berita 2 bulan lalu gaes.. tgl 3 April 2020. Mungkin gara2 penyebar via whatsapp telat, atau emang ada oknum yg pengen psbb diperpanjang.. jadinya pada emosi semua... Wkwkwkwkwkwk..

    ReplyDelete

Post Bottom Ad