Surabaya Lawan Corona: Dirikan Posko Covid-19, Bagi Ribuan Jamu dan Air PDAM Anti Covid - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, March 19, 2020

Surabaya Lawan Corona: Dirikan Posko Covid-19, Bagi Ribuan Jamu dan Air PDAM Anti Covid

Surabaya Lawan Corona: Dirikan Posko Covid-19, Bagi Ribuan Jamu dan Air PDAM Anti Covid 

Kabar Surabaya - Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwasannya saat ini sudah ada enam pasien positif corona yang berasal dari Kota Surabaya. Hal ini menambah jumlah total pasien positif corona di tanah air menjadi 227 orang. Sedangkan korban yang meninggal menjadi 19 orang. 


Angka ini menunjukkan bahwasannya Indonesia termasuk negara dengan tingkat kematian yang paling tinggi, bahkan dua kali lipat dari tingkat kematian akibat virus corona di dunia, yaitu 8,37%. Dengan data-data seperti ini, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat mulai bertindak lebih serius untuk mengatasi penularan dari Virus Corona ini.

Keseriusan melawan Virus Corona atau yang disebut juga dengan Covid-19 ini juga dilakoni oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hal ini terlihat dari dipasangnya 100 titik lebih lokasi cuci tangan yang juga dilengkapi dengan Hand Sanitizer. Selain itu Kota Pahlawan ini juga berupaya untuk men-sterilkan kotanya dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke semua fasilitas umum, termasuk jalan raya. 


Namun rupanya hal itu belumlah cukup. Saat ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga mendirikan Posco Covid-19 di depan lobi Balai Kota Surabaya. Posko Covid-19 ini akan bekerja dibawah kendali langsung dari Badan Penangulanagan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya.

Eddy Christijanto selaku ketua dari BPB Linmas Kota Surabaya, memaparkan bahwasannya Posko Covid-19 ini akan melakukan koordinasi penyemprotan disinfektan ke-seluruh pelosok Kota Surabaya. Masyarakat juga bisa datang ke posko ini untuk konsultasi tentang bagaimana mekanismenya apabila kawasannya menghendaki dilakukan penyemprotan disinfektan.



Selain Posko Covid-19, Kota Surabaya juga mendirikan dapur umum untuk melayani warganya. Sebagaimana namanya dapur umum, dapur umum milik Pemkot Surabaya ini juga mengolah bahan makanan dan minuman. Namun tidak sembarang jenis makanan dan minuman yang diolah di dapur yang memiliki tenda berwarna putih ini.

Makanan yang diolah di dapur umum milik Pemkot Surabaya ini adalah makanan dan minuman yang dipercaya untuk meningkatkan imun tubuh guna melawan Virus Corona. Minuman yang diproduksi di dapur umum yang berada di halaman Balai Kota ini adalah wedang pokak yang terdiri dari beragam rempah-rempah asli Indonesia. Resep racikan dari wedang pokak ini juga berasal langsung dari Wali Kota Risma.


Sedangkan untuk makanan yang diolahnya adalah telur rebus. Sebagaimana diketahui bahwasannya telur adalah makanan yang mengandung tinggi protein. Selain itu dalam satu butir telur juga mengandung banyak vitaminE. vitamin A, asam folat, vitamin K, vitamin B2, vitamin B12, fosfor, selenium, vitamin E, vitamin D, vitamin B5, vitamin B6, kalsium, dan seng. 

Pada hari pertama kemarin, dapur umum ini memproduksi 1000 wedang pokak dan 1000 butir telur rebus yang langsung dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Semampir. Kecamatan ini dipilih karena jumlah penduduknya yang paling padat. Nantinya hasil produksi dapur umum ini akan di berikan kepada perwakilan Kecamatan Semampir. Dan pihak kecamatanlah yang nantinya langsung membagikannya kepada masyarakat.


Menurut Eddy Christijanto, tujuan utama dari pendirian dapur umum ini adalah sebagai sarana edukasi kepada warga Kota Surabaya. Harapannya warga Kota Surabaya nantinya juga bisa meniru apa yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah kota. Karena memang sejatinya wedang pokak dan telur rebus ini harusnya bisa dikomsumsi setiap hari.

Rencananya, dapur umum yang berada di depan balai kota ini akan di buka selama satu minggu. Kalaupun nanti diperlukan akan bisa diperpanjang waktunya hingga kondisi aman dan stabil.


Selain Pemkot Surabaya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga telah melakukan upaya untuk berperang melawan Virus Corona. Sejak kondisi serangan dari wabah Covid -19 semakin meningkat, PDAM telah berupaya untuk menambah kandungan bahan kimia pembunuh bakteri atau biocide ke dalam air yang di kirim ke masyarakat. 

Kandungan zat tersebut di tingkatkan,namun tetap pada level aman dan sehat untuk bisa digunakan. Jadi warga bisa sesering mungkin untuk mencuci tangan dengan menggunakan air PDAM karena kandungannya bisa untuk membunuh bakteri, termasuk juga virus yang bernama covid-19 tersebut. (Yanuar Yudha)   

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad