Kota Surabaya Berpotensi Terancam Gempa dan Tsunami - Kabar Surabaya

Breaking

Monday, February 24, 2020

Kota Surabaya Berpotensi Terancam Gempa dan Tsunami

Kota Surabaya Berpotensi Terancam Gempa dan Tsunami

Kabar Surabaya - Hingga saat ini Kota Surabaya masih aman dari musibah gempa bumi. Apakah memang Kota Pahlawan ini terbebas dari bencana gempa bumi..?. Ternyata hal ini tidaklah benar, karena Kota Surabaya ini malah termasuk kota yang berpotensi gempa. Hal ini karena terdapat dua sesar atau patahan aktif yang melintas di Kota Surabaya.


Beberapa waktu lalu sempat beredar pesan berantai lewat aplikasi WhatsApp yang bertuliskan ”Ini dapat informasi dari group whatsapp LPMK AAC. Walikota Risma meminta untuk didoakan supaya Kota Surabaya tidak hancur dikarenan terdapat patahan lempeng melewati kawasan Sukolilo sampai ke kawasan Cerme Kabupaten Gresik Dan patahan kedua dari Wilayah Waru hingga ke Krian, Jombang, Nganjuk, Mojokerto, terus sampai ke Cepu,”.

Berita ini tentu saja membuat sebagian warga Kota surabaya menjadi resah. banyak yang kemudian menanyakan, apakah ini berita hoax apa memang benar adanya. Hal ini dikarenakan, beberapa postingan tersebut juga menampilkan capture wajah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Bahkan beberapa ada yang meng-upload pidato dari orang nomoer satu di Kota Pahlawan ini. 


Untuk memperjelas mengenai berita tentang potensi gempa yang ada di Kota Surabaya, Senin (24/02/2020) kemarin, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan pemaparannya didepan Wali kota Surabaya Tri Rismaharini. Pada pertemuan yang dilangsungkan di rumah dinas Wali kota Risma ini, BMKG memberikan pemaparan yang cukup rinci tentang latar belanga mengapa Kota Surabaya sangat berpotensi untuk terkena Gempa.

Dalam paparannya Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwasannya semua daerah di Indonesia ini sangat berpotensi mengalami gempa. Hal ini dikarenakan Indonesia berada dalam lingkaran cincin api pasifik (Ring Of Fire).  Cincin api ini terbentuk dari gerak lempeng tektonik aktif.


Sebagaimana diketahui bahwa Cincin Api Pasifik merupakan sabuk gempa paling aktif sedunia. Di Kota Surabaya sendiri bahkan terdapat dua patahan atau sesar yang masih dalam keadaan aktif. patahan pertama adalah patahan Keputih yang membentang dari Surabaya hingga ke Creme (Gresik). Sedangkan patahan kedua membentang dari sisi selatan Surabaya hingga ke Jombang, Nganjuk, Madiun sampai ke Cepu.

Pada kesempatan ini BMKG juga mengutarakan keinginannya untuk pemetaan wilayah gempa di Kota Surabaya. Untuk itu BMKG ingin memasang alat pemantau gempa yang sangat canggih. Alat ini berupa dua unit Akselometer dan Sepuluh unit Intensitimeter. Peralatan canggih ini akan bisa membantu Kota Surabaya untuk mendeteksi adanya bahaya Gempa bumi sejak dini.


Namun yang perlu di dingat adalah, sampai saat ini belum ada satupun teknologi yang bisa meramalkan kapan gempa itu akan terjadi. dan para pakar terkait juga membantah adanya info yang menyebutkan kalau patahan atau sesar yang ada di Kota Surabaya telah membesar. 

Setelah mendapatkan paparan dari BMKG Pusat, Wali kota Risma merumuskan beberapa langkah utama guna mengantisipasi terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami.
  1. Wali kota Risma meminta warga Kota Surabaya tidak khawatir yang berlebihan. Wali kota wanita ini juga mengingatkna warga agar tidak menyebarkan infor yang menyesatkan mengenai gempa bumi. 
  2. Terus berkoordinasi dengan pihak ahli, terkait potensi gempa. Pemkot surabaya juga akan mencoba membuat beberapa langkah-langkah sederhana, seperti membuat embung dan sumur guna mengurangi resiko bencana.
  3. Penanaman pohon cemara udang di tepi pantai dan memperluah wilayah konservasi mangrove hingga  satu kilometer dari tepi pantai. (Yanuar Yudha)

1 comment:

Post Bottom Ad