Wartawan Senior Kerasukan Saat Walikota Risma Bercerita Tentang Makam - Kabar Surabaya

Breaking

Thursday, November 21, 2019

Wartawan Senior Kerasukan Saat Walikota Risma Bercerita Tentang Makam

Wartawan Senior Kerasukan Saat Walikota Risma Bercerita Tentang Makam

Kabar Surabaya - Seperti biasanya, setelah melakukan lawatan keluar negeri, Walikota Surabaya Tri Rismaharini selalu melakukan Press Conference dihadapan para wartawan. Hal ini selalu dilakukan untuk melaporkan apa saja yang dilakukannya ketika berkunjung ke luar negeri. Hal ini pulalah yang beliau lakukan ketika baru saja pulang dari Afrika Selatan, dalam rangka tugasnya menjadi President UCLG ASPAC.



Press Conference yang digelar oleh Walikota Risma ini dilakukan di dalam ruang kerjanya, yang berada di Balai Kota Surabaya. Dengan mengenakan baju adat Suroboyoan berwarna orange (blewah) beliau siap untuk memberikan informasi seputar yang dilakukannya ketika berada di Afrika Selatan. 

Press Conference yang berlangsung pada hari Rabu (20/11/2019) ini sangatlah ganyeng dan penuh dengan suasana keakraban. Saat itu Walikota Risma menjelaskan kunjungannya ke makam Syech Yusuf yang berada di Afrika Selatan. "Syech Yusuf ini ternyata orang Indonesia, beliau berasal dari Makassar dan menyebarkan Agama Islam di Afika Selatan.....,".



Belum selesai Walikota Risma meneruskan kalimatnya, ternyata salah satu wartawan yang ada didepannya mengerang seperti orang kerasukan. Sambil terduduk salah satu wartawan senior yang diketahui bernama S.Wanto ini langsung berucap tidak karuan. Seluruh badannya langsung kaku. "Akkrrggghhh......Akkkrrrgghhhh...... hbberrr....hbeerrr....." begitu teriaknya berulang-ulang.

Sontak, semua wartawan dan staff Walikota yang berada di rumah dinas langsung beralih konsentrasinya untuk menolong wartawan senior ini. S.Wanto yang kesurupan ini lalu mengucapkan aksara jawa secara berulang-ulang. "ho no co ro ko.....ho no co ro ko".



Beberapa teman wartawan juga berinisiatif untuk mengambilkan minum. "tolong..air...ambilkan air...ambilkan air,". Dengan cekatan, Walikota Risma langsung mengambil air minum miliknya untuk ikut di serahkan kepada wartawan yang kerasukan tersebut. Namun sebelumnya Walikota Risma sempat membacakan Surat Al-Fatihah terlebih dahulu di dalam gelasnya.

Meskipun sudah diberikan segelas air, namun proses kesurupan wartawan ini tidaklan berhenti. Hal ini tentu saja membuat Walikota Risma ketakutan. Beliau sempat akan berjalan menjauh dari lokasi kejadian. Namun wartawan yang kesurupan tersebut langsung menolehkan kepalanya ke arah Walikota Risma. 



"Aku pengen melok wong wedok iku,,,iku wong apik...aku pengen melok (Aku pengen ikut perempuan itu, itu orang baik, aku pengen ikut) ,". Teriak wartawan yang kesurupan. 

Melihat hal tersebut, tentu saja Walikota Risma langsung ketakutan. Wajahnya menegang dan beberapa kali beliau tampak membaca sesuatu dari bibirnya. 'Bisikono Rek...bisikono iku nang cedek kupinge, Al- Fatihah," teriaknya kepada wartawan yang menolong rekannya tersebut.

Ketika Walikota Risma akan menjauh lagi, tiba-tiba suasana langsung berubah drastis. Dari yang awalnya menegangkan, langsung berubah menjadi ceria di sertai lagu ulang tahun. Muncul pula staff Walikota membawakan kue ulang tahun dengan lilin yang menyala.



Sontak wajah Walikota Risma berubah menjadi lega dan gembira ketika melihat hal ini. Wajah tegang beliau seakan sirna dan diganti dengan tertawa lepas sampai terbahak-bahak. Saking kerasnya tertawa, Walikota risma tampak sesekali memegang perutnya. 

" Ya Allah,...Gak Jelas kok arek-arek iki.....Ya allah,... kurang ajar kok arek-arek iki ," ucapnya sambil tertawa lepas.

Ternyata proses kesurupan ini hanyalah "Prank" atau sandiwara rekayasa dari para wartawan Kota Surabaya. "Ini merupakan salah satu bentuk, sayang kami kepada Ibu (Walikota) ," ujar salah satu wartawan. 



"Mangkane,...mosok kesurupan isok ngomong Ho no Co Ro Ko.... tapi moment-ne kok pas... pas aku cerito makam Syach yusuf...moro-moro kesurupan"  ujar Risma. "Iki maneh, wes ngerti kesurupan kok malah di tanyain , kamu siapa...? mestine yo di wacakno doa,"

Tidak hanya sampai disitu, Walikota Surabaya di 'Prank". Staff walikota juga ikutan ngerjain atasannya dengan memberikan lilin yang selalu menyala lagi setelah di tiup. Tampak beberapa kali Walikota Risma meniup kue ulang tahunnya yang ke 58 tersebut.



Ketika ditanya wartawan, apa harapannya ditahun ini, Walikota Risma sangat berharap diberikan kesehatan dan bisa bekerja aktif seperti dulu lagi. Karena semenjak kakinya sakit geraknya jadi terbatas. 

"Dulu aku kan bisa langsung nyelonong kesana untuk cek ke lapangan, sekarang masih belum berani, karena untuk naik harus dibantu, untuk lewat jalan kecil juga masih belum berani, takut terkilir lagi," jelas Walikota Risma. (Yanuar Yudha) 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad