Walikota Risma Kerahkan Jajarannya Waspadai Penculikan Anak - Kabar Surabaya

Breaking

Friday, November 29, 2019

Walikota Risma Kerahkan Jajarannya Waspadai Penculikan Anak

Walikota Risma Kerahkan Jajarannya Waspadai Penculikan Anak

Kabar Surabaya - Adanya berita tentang dugaan kasus penculikan anak yang terjadi di kota lain membuat Kota Surabaya siap siaga penuh. Meskipun di Kota Surabaya belum ada kejadian serupa, namun tidak menyurutkan kesiapan Pemerintah Kota Surabaya untuk selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. 



Hal ini ditegaskan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam suatu kesempatan. "Kita sangat berharap tidak ada kejadian penculikan anak yang terjadi di Kota Surabaya,". Hal ini menegaskan kalau Kota Pahlawan tidak mau kecolongan.

Walikota Risma juga memaparkan bahwa di hampir semua sekolah yang ada di Kota Surabaya ini telah terpasang CCTV. Bukan hanya sekolah, diberbagai lokasi publik juga telah dilengkapi CCTV, seperti di tempat ibadah maupun lokasi umum lainnya. Jadi semua gerak-gerik penculik yang melaksanakan aksinya akan jelas terakam oleh CCTV. CCTV ini juga ter-akses ke database Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya. Jadi sekali terekam, akan langsung dapat diketahui identitas dari pelaku penculikan. Hal ini karena semua CCTV yang ada sudah dilengkapi dengan tekhnologi Face Recognition, yang bisa mendeteksi wajah dengan cermat.



Sementara itu Kepala BPB Linmas(Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat) Kota Surabaya, Edhi Christiyanto juga telah melakukan kegiatan preventif. Setiap harinya ada 154 personel Kasatgas Linmas yang berpatroli ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Surabaya pada waktu jam pulang sekolah. Namun Edhi juga menyadari dengan jumlah personel yang terbatas, tidak semua sekolah bisa dipantau. Edhi hanya memonitor sekolah-sekolah yang berpotensi terjadi tindakan Penculikan Anak.

Edhi juga meminta kepada pihak sekolah untuk melakukan penjagaan mandiri secara ketat. Terutama sekolah yang sifatnya esklusif. Biasanya kebanyakan murid di sekolah ini selalu memakai antar jemput. "Sekolah saya minta untuk menutup pagar dan selalu berhati-hati terhadap orang atau kendaraan yang tidak dikenal," jelas Edhi. Petugas keamanan sekolah juga diminta untuk mencatat nomor kendaraan dan siapa saja tamu yang akan berkunjung ke sekolah. "Biar kalau ada apa-apa bisa langsung terdeteksi," sambungnya.



Para Camat-pun tidak mau kalah sigap dalam menanggapi potensi kasus Penculikan Anak ini. Semua Kecamatan yang ada di Kota Surabaya ini telah mengeluarkan surat edaran yang digunakan sebagai langkah antisipasi terhadap tindakan Penculikan Anak ini. Salah satunya yang diperoleh Kabar Surabaya dari Kecamatan Gunung Anyar Surabaya.

Surat edaran yang bertajuk Keamanan Kampung ini ditujukan kepada RT/RW dan LPMK masing-masing wilayah. Surat ini berbunyi : Dalam rangka peningkatan dan pemeliharaan peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Surabaya, khususnya untuk Kecamatan Gunung Anyar, berkenaan dengan antisipasi Penculikan Anak, dengan ini di minta untuk :
  1. Mewaspadai dan melakukan pengawasan terhadap orang luar/bukan warga setempat yang ada di wilayahnya.
  2. Meng-aktifkan kembali petugas Keamanan Lingkungan (Pos Kampling)
  3. Melaporkan tamu yang menginap selama 1x24 jam di RT/RW setempat.
  4. Kepada seluruh aparat untuk saling berkoordinasi dan memantau situasi dan kondisi di wilayah masing-masing.
  5. Menghubungi Command Center 112 apabila membutuhkan bantuan dalam proses penangananya.   


Surat edaran ini ditanda-tangani oleh Camat Gunung Anyar Anna Fajriatin AP.MM dan ditembuskan ke Walikota Surabaya, Kepala BPB Linmas, Asisten Pemerintahan dan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah.

Pemerintah Kota Surabaya juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Surabaya, untuk turut aktif menjaga keamanan wilayahnya masing-masing. Segera hubungi Command Center 112 apabila menemukan kejadian kedaryratan. Nomor 113 ini dapat diakses secara GRATIS, bahkan dalam keadaan pulsa anda 0 rupiah. (Yanuar Yudha) 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad