Misteri Di Balik Sembilan Nyawa Mbah Sholeh - Kabar Surabaya

Breaking

Tuesday, November 12, 2019

Misteri Di Balik Sembilan Nyawa Mbah Sholeh

Misteri Di Balik Sembilan Nyawa Mbah Sholeh

Kabar Surabaya - Keberadaan Sembilan Wali (Wali Songo) yang ada ditanah Jawa ini sangat erat kaitannya dengan penyebaran Agama Islam. Salah satu jejak wali yang ada di Kota Surabaya ini adalah Masjid Ampel. Masjid ini dibangun oleh Sunan Ampel, dan digunakan sebagai pusat kegiatan dakwah oleh beliau. Di masjid inilah, Sunan Ampel meng-gembleng santri-santrinya untuk memperdalam ilmu Agama Islam. Salah satu santri dari Sunan Ampel yang memiliki kisah unik adalah Mbah Sholeh.


Keunikan dari Mbah Sholeh ini adalah kemampuannya yang dikenal memiliki sembilan nyawa. Bukti fisik dari sembilan nyawa yang dimiliki oleh Mbah Sholeh ini adalah makanya yang berjumlah sembilan. Makam Mbah Sholeh ini terletak dilingkungan Masjid Ampel dan setiap harinya juga banyak dikunjungi oleh para peziarah.

Mbah Sholeh sendiri saat itu merupakan santri termuda yang dimiliki oleh Sunan Ampel. Saat itu beliau sudah nyantri di Sunan Ampel sejak berusia enam tahun. Karena kerajnan dan ketekunannya dalam mengaji, Mbah Sholeh seakan menjadi anak emas bagi Sunan Ampel. Bahkan santri-santri senior-pun juga menyukai Mbah Sholeh. hal ini karena beliau dikenal sangat ramah dan murah senyum.


Setelah beranjak dewasa, Mbah Sholeh mulai belajar untuk mengamalkan ilmu yang didapatnya. Satu hal yang menjadi ciri khas dari Mbah Sholeh ini adalah sifatnya yang selalu menjaga kebersihan. Baik itu kebersihan dirinya maupun lingkunganya. Mbah Sholeh juga dikenal sebagai pribadi yang selalu menjaga Wudhu-nya, dimanapun beliau berada. 

Kisah Mbah Sholeh yang rajin membersihkan Masjid Ampel ini berawal dari ketika beliau melaksanakan Sholat Dhuha. Saat itu beliau memohon, agar diberikan petunjuk untuk melakukan perbuatan baik. Beliau ingin agar Allah SWT memberikan petunjuk, perbuatan baik apa yang sekiranya bisa bermanfaat bagi orang banyak. 


Ketika Mbah Sholeh bersujud, tiba-tiba angin berhembus dan menerbangkan butiran pasir halus ke wajahnya. Seketika itu beliau batuk dan sholatnya sedikit terganggu. Setelah selesai Sholat Dhuha, Mbah Sholeh berdoa kembali memohon petunjuk kepada Allah SWT. Tiba-tiba saja, butiran pasir halus terbang kehidungnya. Seketika itu beliau langsung bersin dan sedkit terbatuk-batuk. Hal itu rupanya juga terjadi pada santri-santri yang lain, ada yang bersin-bersin maupun batuk. Saat itulah Mbah Sholeh merasa mendapatkan jawaban dari Allah SWT. "Ya...aku tau..aku tau..".

Keesokan harinya, menjelang Sholat Subuh, Mbah Sholeh sudah siap dengan peralatan untuk membersihkan masjid. Setiap sudut masjid lalu dibersihkannya dengan sapu lalu mengepelnya hingga benar-benar bersih. Hal ini membuat Masjid Ampel menjadi benar-benar bersih dan wangi. Tindakan Mbah Sholeh ini langsung menuai pujian dari Sunan Ampel dan rekan-rekan santri lainnya. Sejak saat itulah kebersihan Masjid Ampel selalu terjaga dengan baik.


Sayangnya, tidak lama berselang Mbah Sholeh kemudian meninggal dunia. Karena jasanya yang bisa menjaga kebersihan Masjid, Mbah Sholeh dimakamkan di lingkungan Masjid Ampel. Sepeninggal beliau, pekerjaan Mbah Sholeh lalu digantikan oleh santri-santri yang lain. Namun sayangnya tidak ada santri yang bisa menjaga kebersihan masjid Ampel sebersih Mbah Sholeh. 

Hal ini rupanya disadari oleh Sunan Ampel sendiri. Lantai tidak menjadi sebersih ketika Mbah Sholeh masih hidup. Lalu entah sengaja atau tidak, Sunan Ampel lalu berguman. "Kalau ada Sholeh pasti semua bisa bersih,". Tidak lama setelah Sunan Ampel berguman, secara tiba-tiba muncul kembali sosok Mbah Sholeh. Sosok ini langsung saja membersihkan Masjid Ampel seperti yang pernah dilakukannya sebelum meninggal. Meskipun semua santri didera rasa kebingungan, namun semua merasa senang dengan kembalinya sosok Mbah Sholeh ini. Masjid Ampel-pun manjadi kinclong kembali.


Namun sayangnya, Mbah Sholeh kembali wafat untuk kedua kalinya. Jasad beliau yang kedua ini juga dimakamkan di sebelah makam beliau yang pertama. Kasusnya kemudian berulang lagi. Masjid Ampel kembali tidak sebersih biasanya. Melihat kondisi demikian Sunan Ampel lalu berguman lagi tentang Mbah Sholeh. Dan ajaibnya sosok Mbah Sholeh hadir kembali untuk menjaga kebersihan Masjid Ampel. Kejadian seperti ini selalu berulang sampai ke delapan kalinya. Hingga kemudian Sunan Ampel wafat.

Tidak beberapa lama setelah Sunan Ampel wafat, Mbah Sholeh juga wafat untuk yang ke sembilan kalinya. Setelah wafatnya yang kesembilan ini, Mbah Sholeh tidak hadir lagi untuk membersihkan Masjid Ampel. (Yanuar Yudha)

  

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad