Command Center 112, Sahabat Terdekat Warga Surabaya - Kabar Surabaya

News

Wednesday, February 13, 2019

Command Center 112, Sahabat Terdekat Warga Surabaya

Command Center 112, Sahabat Terdekat Warga Surabaya

Kabar Surabaya - Sebagaimana kota besar lain di Indonesia, Kota Surabaya tentu juga memiliki permasalahannya tersendiri. Permasalahan ini bisa berupa hal-hal yang bersifat kriminalitas, bencana alam maupun permasalahan sosial lainnya. Apabila suatu saat  timbul permasalahan tersebut, maka masyarakat bisa mengadu kepada dinas-dinas terkait. Namun tidak semua masyarakat hapal dan paham mengenai nomor dari dinas terkait, maupun siapa yang bisa di temui di dinas terkait tersebut apabila membutuhkan pertolongan. Untuk membantu masyarakat guna meng-akses dinas-dinas terkait apabila membutuhkan pertolongan dengan segera, maka Pemerintah Kota Surabaya telah mempunyai divisi khusus yang bernama Command Center 112.



Command Center 112 ini merupakan gabungan dari beberapa dinas yang ada di Pemerintah Kota Surabaya, seperti Satpol PP, Bakesbangpol dan Linmas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Pemadam Kebakaran. di tambah juga dari pihak Kepolisian dan TNI serta PMI. Masing-masing dari dinas-dinas ini menempatkan perwakilannya untuk berada di Command Center room yang berada di gedung Siola Lt.2 Kota Surabaya.

Ruangan kerja dari Command Center 112 ini terlihat di penuhi oleh puluhan monitor. Dalam ruangan ini terdapat 19 kursi yang masing-masingnya di lengkapi dengan PC. Kursi ini menjadi tempat duduk dari personel Command Center 112 yang terdiri dari 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka duduk di meja yang berbentuk setengah lingkaran dan pada dinding di hadapan mereka tertempel puluhan monitor yang memantau setiap titik kondisi di Kota Surabaya secara real time.



Sistim kerja dari Command Center 112 ini sebenarnya cukup sederhana. Para operator yang berada di ruangan ini bertugas untuk menerima setiap pengaduan dari masyarakat yang masuk melalui nomor 112. Operator yang berjaga ini kemudian bertugas untuk menganalisa setiap laporan yang masuk, lalu memberikan tugas kepada dinas-dinas yang sesuai dengan pengaduan yang masuk tersebut. Misalkan jika terjadi kebakaran, operator langsung menghubungkannya ke petugas Pemadam Kebakaran, Kepolisian, PMI dan Linmas. Berbeda jika terjadi kecelakaan lalu-lintas, operator tentunya akan memerintahkan Dinas Perhubungan, PMI serta Kepolisian.

Meskipun terdengar cukup sederhana, namun pekerjaan sebagai operator di Command Center 112 ini cukuplah berat. Mereka harus stan-by di ruangan tersebut selama 24 jam secara bergiliran. Setiap operator emiliki headset yang terpasang di kepala dan layar monitor sebagai alat kerjanya. Dalam suatu kesempatan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pernah mengutarakan, bahwasannya cukup sulit untuk mencari personel yang akan di tempatkan sebagai operator Command Center 112 ini. "Dari puluhan orang pelamar, biasanya yang lulus tes hanya beberapa saja" terang Risma. "Tidak banyak orang yang kuat melihat monitor komputer terus-terusan selama jam kerja" sambungnya.



Selain pos Command Center 112 yang ada di gedung Siola, Command Center ini juga juga mempunyai 6 Pos Komando (Posko) yang ada di beberapa titik di Kota Surabaya. Hal ini sangat mutlak di perlukan, karena Walikota Surabaya menginstruksikan bahwa setiap di setiap kejadian, petugas sudah harus hadir dalam waktu maksimal 7 menit.

Semenjak diresmikan pada tahun 2016, Command Center 112 ini semakin di kenal oleh masyarakat. Semakin hari semakin banyak pula pengaduan masyarakat yang masuk melalui nomor 112. Pengaduannya mulai dari yang bersifat ringan hingga yang bersifat kedaruratan yang sangat serius. Command Center 112 juga tidak boleh menolak pengaduan masyarakat yang masuk, semua harus di tangani dengan baik.


Pengaduan masyarakat yang masuk ke Command Center 112 ini cukup bervariasi bahkan beberapa di antaranya juga cukup unik. Masyarakat juga bisa melaporkan kejadian apapun yang di anggap tidak bisa di kerjakan sediri, misalnya menolong kucing yang terjebak di atas pohon, menolong binatang sakit, menangkap ular yang ada di pemukiman, bahkan pernah tim Command Center 112 di hadapkan untuk menangkap monyet liar yang ada di pemukiman penduduk. Pertolongan yang di lakukan Tim Command Center 112 juga tidak setengah-setengah, seperti pada kasus menolong kucing di atas pohon, tim ini menurunkan petugas pemadam kebakaran lengkap dengan tangga panjangnya.

Pada kasus terakhir Tim Command Center 112 juga menerima pengaduan dari seorang wanita yang mengalami ban bocor di kawasan jalanan yang cukup sepi. Hal ini di alami seorang warga Kota Surabaya ketika akan pulang ke rumah. Namun di tengah jalan ban motor yang di kendarainya mengalami kebocoran. Karena sudah malam dan tidak mengerti di mana ada tambal ban terdekat, akhirnya pengendara langsung menelpon 112 untuk meminta bantuan. Dalam waktu kurang dari 5 menit, personel gabungan dari linmas segera datang untuk memberikan pertolongan. Sepeda motor lalu di angkut ke posko tersekat dan pengendara di antarkan untuk pulang ke rumah dengan selamat.


Selain kondisi di atas, masyarakat juga bisa melaporkan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, kebanjiran, kebakaran maupun pencurian. Namun selain kondisi di atas, Tim Command Center 112 juga pernah menerima pengaduan telepon yang cukup unik. Mulai dari curhatan masalah pacar, permintaan untuk mengusir hantu dan permintaan aneh lainnya. Bahkan adapula anak kecil yang mengadu untuk minta sebuah akun game online. Tentu saja permintaan - permintaan tersebut tidak di tanggapi serius oleh personil Command Center 112, namun mereka juga tidak boleh emosi terhadap warga masyarakat yang mengadu tersebut. Tm Command center 12 harus dengan sabar memberikan penjelasan, bahwasannya nomor 112 ini adalah nomor khusus dan penting. 

Apabila di kemudian hari, warga masyarakat terkena musibah atau melihat suatu musibah, segeralah menghubungi 112 agar bisa mendapatkan pertolongan dengan segera. Nomor ini bisa di akses melalui provider apapun, dengan bebas pulsa alias GRATIS. (Yanuar yudha)      

   

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad